Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pes
HALONUSA.COM  - Rumah Gadang Mande Rubiah menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Rumah Gadang Mande Rubiah tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 01/BCB-TB/A/14/2007.

Lokasi Rumah Gadang Mande Rubiah ini tepatnya berada di Jalan Bundo Kanduang Dusun , Jorong Lubuk Sitepung,  Desa/Kelurahan Nagari Lunang, Kecamatan Lunang Silaut.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S 2° 15' 8.226" E 101° 7' 34.828".

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Rumah Gadang Madeh Rubiah terletak di dalam bentang alam dataran rendah dengan elevasi  ±27 Mdpl.

Rumah Gadang Mande Rubiah ini memiliki luas bangunan 13,4 x 5,4 m (72,36 m²) lahan 50 x 40 m (2000 m²).

Akses menuju lokasi Rumah Gadang Mandeh Rubiah cukup mudah, dapat diakses dengan kendaraan roda dua atau empat melalui jalan Lintas Padang-Painan, kemudian dilanjutkan dengan akses Jalan Bundo Kanduang, rumah berada di pinggir jalan.

Pemilik Rumah Gadang Mande Rubiah adalah Keluarga/Keturunan Kaum Mandeh Rubiah dan dikelola oleh Keluarga/Keturunan Kaum Mandeh Rubiah dan BPCB Sumatera Barat.

Sejarah atau Historis

Menurut Mandeh Rubiah yang sekarang menempati rumah gadang tersebut, Rumah Gadang Mande Rubiah terletak di Nagari Lunang.

Nagari Lunang sudah merupakan daerah perbatasan antara Propinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.

Lunang adalah sebuah nagari yang terletak di Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan.

Rumah Gadang Mandeh Rubiah dibangun oleh Bundo Kandung pada sekitar abad 13-14 Masehi.

Mandeh Rubiah sekarang merupakan keturunan yang ke – 7, sebelum tinggal di Lunang Pesisir Selatan, Mandeh Rubiah atau Bundo Kanduang tinggal di Pagaruyung di Tanah Datar.

Perpindahan Bundo Kanduang ke Lunang ini disebabkan adanya konflik antara Bundo Kanduang dengan Tiang Bungkuk.

Bundo Kanduang Mande Rubiah yang bernama kecil Rakinah, suami dia bernama Suhardi sutan Indera (suku Malayu Gadang Rantau Kataka).

Mereka meliliki 7 orang anak (6 Putera dan 1 Puteri) Mar Alamsyah Sutan Daulat, Zulrahmansyah Daulat Rajo Mudo,SS, Noval Nofriansyah, Marwansyah, Zaitulsyah, HeksaRasudarsyah, Naura Puti kabbarasti.

Sedangkan keturunan dari Dang Tuanku Remendung yang jejaknya tak terekam oleh Pagaruyung.

Atas permintaan Bundo Kanduang sendiri dengan mengatakan bahwa ia dan keturunannya sudah mengirap ke langit untuk mengelabui  Raja Tiang Bungkuk yang mengejarnya sampai ke Pagaruyung.

Setelah meninggalkan, Bundo Kanduang kembali ke lunang tempat asal nenek moyangnya, Adityawarman.



Deskripsi Arkeologis

Rumah Gadang Mandeh Rubiah yang asli sebenarnya hanya bangunan di bagian depan saja.

Lantainya merupakan lantai panggung yang mempunyai ketinggian 1,6 meter dari permukaan tanah.

Tiang utama terdiri dari 8 buah berbentuk silinder dan masih asli.

Jumlah tiang melambangkan jumlah suku yang ada di Nagari Lunang.

Rumah Gadang Mandeh Rubiah tidak berbentuk gonjong seperti umumnya rumah gadang di Sumatera Barat, tetapi berbentuk atap rumah kampung.

Tata ruang bangunan utama terdiri dari dua ruangan memanjang, yaitu ruangan depan dan ruangan belakang.

[caption id="attachment_20866" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Pada ruangan ini terdapat 3 buah jendela di bagian muka dan 1 buah jendela di bagian samping kiri.

Keempat jendela tersebut mempunyai daun jendela ganda, ukuran jendela adalah tinggi 97 cm dan lebar 85 cm.

Memiliki 2 buah pintu utama di bagian depan sebelah kiri dan kanan, dengan ukuran tinggi 174 cm dan lebar 84 cm.

Pada dinding ruangan depan ini digantung papan-papan yang diberi kaca dan di dalamnya digantung berbagai jenis artefak antara lain berupa berbagai jenis senjata dan peralatan rumah tangga.

Bagian sisi kiri belakang ruang terdapat satu pintu yang menghubungkan antara ruangan depan dengan ruangan belakang, denga pintu ini berukuran tinggi 156 cm dan lebar 80 cm.

Ruangan belakang ini terdapat satu buah jendela yang berada di dinding belakang.

Sedangkan di sudut kiri belakang terdapat satu buah pintu berukuran tingi 180 cm dan lebar 85 cm.

[caption id="attachment_20869" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Mande Rubiah di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Pintu ini menghubungkan antara ruangan bangunan utama dan ruangan bangunan tambahan yang ada di bagian belakang.

Diruangan belakang ini terdapat lemari kayu yang bagian atasnya di tutup dengan kaca di dalamnya terdapat berbagai jenis artefak, antara lain berupa peralatan rumah tangga.

Dinding atap rumah gadang di beri daun kering.

Rangkiang Rumah Gadang Mande Rubih pada saat sekarang ini tidak bisa digunakan lagi karena bangunannya tidak layak dipakai.

Jupel Rumah Gadang Mande Rubiah menginginkan rangkiangnya dipugar atau direnovasi.

Fungsi

Fungsi lama: Hunian Fungsi sekarang : Museum

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index