Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)

Secara hirarkhis, Rumah Gadang Ukiran Cino terdiri dari tiga tingkat, tingkat pertama adalah kaki bangunan yang berbentuk kolong.

Tingkatan ini selain berfungsi sebagai pondasi/penyangga badan bang-unan, juga berfungsi untuk menyimpan barang-barang atau sebagai gudang.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, tingkat kedua adalah badan bangunan, tingkat-an ini berfungsi sebagai hunian atau tempat tinggal keluarga.

Adapun tingkat ketiga adalah atap bangunan, tingkatan ini berfungsi sebagai pelindung dari panas dan hujan.

Pada awal berdirinya, Rumah Gadang Ukiran Cino mempunyai bentuk denah dasar persegi panjang berukuran panjang 14,3 m dan lebar 6,5 m.

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: Dok. https://id.wikipedia.org/)
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: Dok. https://id.wikipedia.org/)

Sementara itu, bagian anjungan yang terletak di ujung dan pangkal bangunan masing-masing berukuran 3,60 x 3,60 m.

Pada bagian belakang bangunan dulu terdapat sebuah dapur, tetapi sekarang sudah tidak ada.

Dengan demikian, secara keseluruhan bangunan ini berukuran panjang 21,5 m dan lebar 6,5 m.

Secara fisik, Rumah Gadang ini memiliki ukuran panjang 18 meter dan lebar 8 meter dengan atap bergonjong enam yang terbuat dari seng.

Atap ini masih merupakan atap sewaktu pembuatannya.

Pos terkait