Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota

×

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: Dok. https://id.wikipedia.org/)
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Ukiran Cino di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: Dok. https://id.wikipedia.org/)

Pada bagian belakang bangunan dulu terdapat sebuah dapur, tetapi sekarang sudah tidak ada.

Dengan demikian, secara keseluruhan bangunan ini berukuran panjang 21,5 m dan lebar 6,5 m.

Secara fisik, Rumah Gadang ini memiliki ukuran panjang 18 meter dan lebar 8 meter dengan atap bergonjong enam yang terbuat dari seng.

Atap ini masih merupakan atap sewaktu pembuatannya.

Pada pembangunan awal kedua sisi rumah gadang ini terdapat anjungan, namun sekitar tahun 1940-an salah satu anjung yaitu pada sisi kiri dibongkar, yang dijadikan dapur dan ruang makan.

Tangga naik awalnya persis tepat di tengah bangunan, namun sewaktu pembongkaran anjung sisi kiri tangga juga dibongkar dan disatukan dengan bangunan baru pada sisi Timur.

Dinding dari bangunan ini terbuat dari tembok bata, sebagian besar dinding terdapat ukiran motif Cina (Macau) berupa binatang dan tumbuhan dengan jendela sebanyah 14 buah yang terdapat pada bagian depan, samping kanan, dan belakang.

Semua jendela diberi terali besi, bagian sisi bawah dinding terdapat lubang yang juga memiliki terali besi.

Rumah Gadnag ukiran cino memiliki ruang sebanyak 6 ruang (1 ruang yang merupakan anjungan).

Penyangga atau tonggak tidak bisa dipakai lagi dan diganti dengan tonggak coran beton.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini