Sejarah Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman

Sejarah Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman
Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman
SEMANGAT DATA - Rumah Mohd Hassan Saleh menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Rumah Mohd. Hassan Saleh tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 24/BCB-TB/A/07/2007.

Lokasi Rumah Mohd. Hassan Saleh ini tepatnya berada di Sudirman No.38, Kelurahan Pondok Duo, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S0° 37' 32.520" dan E100° 7' 15.325".

Baca: Sejarah Cagar Budaya Ruko Hj Puti Ramala di Kota Pariaman

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Rumah Mohd. Hassan Saleh berada di bentang lahan datar dengan ketinggian 6 mdpl.

Rumah Mohd Hassan Saleh ini memiliki luas bangunan 160 meter persegi di lahan 40 m x 60 m (3.000 meter persegi). Bangunan ini dapat diakses menggunakan kendaraan roda 4 dan 2.

Pemilik Rumah Mohd. Hassan Saleh adalah Mohd. Ali Hasan atau Mak Uncu (ahli waris), dan dikelola oleh Afridawati.

[caption id="attachment_211" align="alignnone" width="606"]Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman.[/caption]

Sejarah atau Historis

Berdasarkan inskripsi yang terbuat dari batu marmer putih pada pondasi sisi timur (depan rumah), diketahui bahwa peletakan batu pertama pembangunan rumah ini dilakukan pada tanggal 26-8-1918 oleh Mohd Hassan Saleh.

Sewaktu pembangunan rumah ini usia pendiri dari bangunan ini baru berumur 31 tahun. Mohd Hassan Saleh sendiri lahir tahun 1887.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Kompleks Rumah Cik Tolek di Kota Pariaman

Deskripsi Arkeologis

Rumah Mohd Hassan Saleh berada dalam satu komplek dengan Bioskop Garuda persisnya sisi barat bekas Bioskop Garuda.

Rumah ini berupa rumah panggung dengan bahan dari kayu pada bagian atas dan bata berplester pada bagian bawah.

Bangunan berukuran panjang 16 meter dan lebar 10 meter. Lantai bagian teras terbuat dari ubin yang memiliki motif floral, dan lantai bagian dalam terbuat dari kayu.

Atap berupa genteng berbahan tanah liat. Pada bagian dalam dari genteng tersebut terdapat tulisan “STOOL PANNEN FABRIEK VAN ECHT” yang merupakan nama dari pabrik pembuat genteng tersebut.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Bioskop Garuda di Kota Pariaman

Salah satu bagian yang langka dari bangunan ini adalah plafon pada bagian teras yang terbuat dari bahan logam dan berukir.

Bagian atap juga memiliki bentuk yang unik yaitu terdapat dua buah bagian yang berbentuk lingkaran yaitu atap teras dan juga atap salah satu kamar yang terletak di bagian depan.

Bangunan ini terdiri dari 3 kamar, yang berada di bagian depan dan 2 kamar di bagian tengah. Pada bagian depan terdapat teras.

Pada bagian belakang bangunan terdapat bangunan pendukung yang berfungsi sebagai dapur dan masih menyatu dengan bangunan rumah gadang.

Fungsi

Bangunan ini kini berfungsungi sebagai tempat tinggal.

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index