Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan

Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan
Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Kondisi Ship wreck Mandeh yang tertutup oleh karang (FOTO: BPCB Sumbar/Dok. BP3 Bsk 2007)|Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupat
HALONUSA.COM  - Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar).

Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 14/BCB-TB/A/14/2007.

Lokasi Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh ini tepatnya berada di Jalan Dusun, Desa/Kelurahan Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S -01.232774, E100.433314.

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh, objek berada di bawah permukaan laut , kedalaman 20 s.d 24 m dari pemukaan air laut.

Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh ini memiliki luas bangunan 67 m x 11,10 m lahan 8.632 Ha.

objek tersebut  berada dalam laut di kedalaman 20 s.d 24 meter  di bawah permukaan laut, dan untuk menuju ke objek situs harus melalui penyelaman dan di dampingi oleh penyelam prefesional , dengan menggunakan alat selam lengkap.

Pemilik Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh adalah Pemkab Pesisir Selatan dan dikelola oleh Pemkab Pesisir Selatan , BPCB Sumatera Barat, (BPSPL) Padang.



Sejarah atau Historis

Situs Kawasan Mandeh ini merupakan kawasan tinggalan arkeologi bawah air yang berada di daerah Kawasan Wisata Maritim Mandeh.

Tinggalan arkeoologi Bawah Air yang dimaksud adalah tinggalan berupa kapal karam (Ship Wreck) dari bangsa Asing yang dahulunya memanfaatkan jalur Pantai Barat sebagai jalur strategis untuk perdagangan.

Survei bawah air terhadap tinggalan Ship Wreck di Mandeh tersebut telah dilakukan sejak tahun 2002 hingga tahun 2007.

[caption id="attachment_20959" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Kondisi Ship wreck Mandeh yang tertutup oleh karang (FOTO: BPCB Sumbar/Dok. BP3 Bsk 2007)[/caption]

Pada survei tahun 2007 dilakukan survei pemetaan tinggalan arkeologi bawah air yang dilakukan oleh Tim Penyelam (Underwater Archaeology) dari BPCB Sumatera Barat pada tanggal 27 s.d 31 Juli 2007 di Ship Wreck Mandeh di Nagari Nanggalo, Nagari Ampang Pulai, Nagari Sungai Nyalo dan pelabuhan perikanan Cerocok Tarusan.

Survei pemetaan dilakukan oleh gabung tim penyelam Direktorat PBA, BP3 Batusangkar dan Dinas Persenibud Pesisir Selatan.

Hasil survei atau penyelaman bawah air tersebut menemukan Ship Wreck (kapal karam) di perairan Mandeh dengan kedalaman 20-24 m dari permukaan air laut.

Kapal karam ini merupakan bagian dari Kapal Dagang milik Belanda yang tenggelam di Perairan Mandeh.

Deskripsi Arkeologis

Ship Wreck berupa kapal besi dengan kondisi yang sudah rusak, Ship Wreck yang tersisa berukuran panjang 67 m, lebar kapal 11,10 m.

Arah hadap kapal menghadap ke Timur ke Barat bergeser ke Selatan 15˚.

Kapal terdiri dari dua lantai, antara lantai pertama dengan lantai kedua mulai dari bagian tengah ke belakang dipisahkan dengan jendela-jendela.

Kapal ini mempunyai dua buah tiang yang semuanya dari besi dan sudah patah ke belakang membujur ke arah Timur-Barat.

Tiang bangkai kapal ini cukup tinggi dengan ukuran 16,30 m, kapal ini memiliki panjang buritan dari depan hingga ke belakang dengan ukuran 24,6 m.

Pada bagian buritan patah ke belakang dengan tinggi bagian buritan 4 meter, dinding – dinding kapal yang masih tersisa kerangka-kerangka yang semua dari besi, bagian kanan –kiri di tengah-tengah kapal terdapat tiang-tiang besi yang diperkirakan sebagai tempat sikoci dan bagian palka masih menyisakan kerangka besi berbentuk segi empat.

Informasi dan wawancara dari masyarakat lingkungan kawasan Mandeh kebanyakan keberadan Ship Wreck menurut masyarakat lokal bahwa bahwa kapal tersebut sebelum tenggelam terlebih dahulu ditembaki oleh pesawat pesawat tentara Jepang.

Kisahnya terjadi sekitar tahun 1942, yakni pada masa perang dunia kedua berkecamuk.

Bukti fisik menunjukkan bahwa bangkai kapal tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu antara yaitu antara bagian haluan sampai dengan buritan patah menjadi dua.

Beberapa lubang dinding kapal dinding kapal menunjukkan adanya suatu peristiwa bisa diakibatkan oleh terjadinya pertempuran atau bisa jadi oleh karena menabrak gugusan karang.

Cerita yang menunjukkan masa tenggelamnya kapal sebagaimana dikisahkan terjadi pada tahun 1942, apabila dikaitkan dengan temuan artefak berupa botol-botol minuman memang analisanya menunjukkan bahwa botol tersebut berasal dari masa kolonial tahun 1940- an.

Hal ini dapat dilihat baik dari bentuk botolnya, terutama pada bagian kepala botol dengan guratan-guratan lingkaran yang umumnya banyak dijumpai pada masa-masa tahun tersebut juga dari tulisan yang tercetak pada botolnya Malaya Breweries Ltd.

Kalimat tersebut menunjukkan asal produk miniman itu berasal, kata Malaya menunjukkan tempat semenanjung Malaisiya yang ada pada masa jajahan Inggris lebih dikenal sebagai Malaya.

Fungsi

Fungsi lama, kapal dagang sekarang berfungsi sebagai penelitian, pariwisata bawah laut.

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index