Sejarah Cagar Budaya Toko Pariaman Optik di Kota Pariaman

Sejarah Cagar Budaya Toko Pariaman Optik di Kota Pariaman
Cagar Budaya Toko Pariaman Optik di Kota Pariaman
SEMANGAT DATA - Toko Pariaman Optik menjadi salah satu cagar budaya tidak bergerak yang ada di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Toko Pariaman Optik tercatat sebagai cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbar dengan nomor inventaris 27/BCB-TB/A/07/2007.

Lokasi Toko Pariaman Optik ini tepatnya berada di Jalan Sutan Syahril – Kelurahan Kampung Perak, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Secara astronomis, cagar budaya ini berada di titik: S0° 37' 34.790" dan E100° 7' 5.266".

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Bagindo Musa di Kota Pariaman

Sedangkan secara geografis, situs cagar budaya Toko Pariaman Optik berada di dataran rendah (pusat pertokoan) dengan bentang lahan datar serta memiliki ketinggian 8 mdpl.

Toko Pariaman Optik ini memiliki luas bangunan 210 meter persegi yang berdiri di lahan 65 x 43 meter (2.795 meter persegi). Objek ini mudah dijangkau dan dapat diakses menggunakan kendaraan roda 4 dan 2.

Pemilik dan pengelola Toko Pariaman Optik adalah ahli waris Mohammad Sholeh.

Sejarah atau Historis

Pariaman adalah sebuah kota pelabuhan (entrepot) yang sudah tua usianya. Kota ini pernah melahirkan seorang pedagang besar pada abad ke-19, yaitu Moehammad Saleh Datoek Orang Kaya Besar Moehammad Saleh lahir tahun 1841 di Desa Pasir Baru, Pariaman.

Ayahnya, Peto Rajo, juga seorang pedagang, adalah penduduk Pariaman asli. Namun, ayah Peto Rajo adalah keturunan seorang raja di Rigah, Rantau Duabelas, Aceh Barat.

Tarus, Ibu Moehammad Saleh, berasal dari Guguak Ampek Koto, dekat Bukittinggi. Mungkin keluarga Tarus telah hijrah ke Pariaman akibat Perang Padri.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Muh Soleh di Kota Pariaman

Usaha Moehammad Saleh dirintis dari seorang penghela pukat di Pantai Pariaman sampai akhirnya menjadi seorang pedagang besar yang mempunyai beberapa perahu.

Saleh mempunyai beberapa toko di Pariaman dan Padang Panjang. Anak buahnya di darat dan di laut mencapai puluhan orang. Bahan dagangannya berupa hasil bumi.

Moehammad Saleh juga dipercaya oleh Belanda untuk mendistribusikan garam ke darek.

Selama hidupnya Moehammad Saleh menikah sebanyak 14 kali. Gelar kebesarannya (bahasa Minang: Datuak Urang Kayo Basa) diperoleh pada bulan Oktober 1877, dalam upacara khitanan anak pertamanya, Moehammad Taib (lahir pada tanggal 6 Syaban 1281 H dari istri yang kedua, Banoe Idah).

Kekayaan Moehammad Saleh dapat dikesan dari dua rumah besar (yang satu bernama Rumah Batu Tinggi) milik keluarga besarnya di Pariaman.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Rumah Mohd Hassan Saleh di Kota Pariaman

Moehammad Saleh meninggal di Pariaman tahun 1922 dalam usia 81 tahun. Sampai sekarang cerita mengenai Moehammad Saleh tetap hidup di kalangan generasi tua di Kota Pariaman.

Bangunan rumah gadang ini sendiri dibangun sekitar tahun 1889 yang dibangun oleh Mohammad Sholeh. Sedang pertokoan yang berada di sisi barat bangunan rumah gadang dibangun sekitar tahun 1901.

Berdasarkan angka tahun 1906-1901 di tembok pertokoan diperkiraan pertokoan ini dibangun tahun 1901.

Deskripsi Arkeologis

Selain bangunan rumah dan gudang tersebut, di sekeliling rumah Mohammad Sholeh terdapat Pertokoan yang masih difungsikan hingga saat ini, dan yang menjadi ciri khas adalah tulisan kaligrafi beraksara Arab dengan tulisan M Mohammad Sholeh.

Pertokoan yang berada di sisi barat Rumah Gadang Mohammad Sholeh memiliki bentuk letter L yang mengikuti alur jalan. Sedangkan sisi utara berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 30 meter.

Bangunan yang berada pada sisi barat ini memiliki 2 lantai dengan atap berbentuk kubus dengan atap dari genteng.

Sebagian atap sudah diganti dengan atap baru dan diberi gonjong. Sedangkan pertokoan pada sisi utara hanya terdiri dari 1 lantai.

Pada dinding tembok bagian atas pertokoan sisi utara juga terdapat tulisan dengan beraksara arab dengan tulisan M Mohammad Sholeh.

Fungsi

Bangunan ini berfungsi sebagai pertokoan.

Sumber: BPCB Sumbar

Berita Lainnya

Index