Sejarah Rastafari di Jamaika Serta Penggunaan Ganja yang Mencakup Hal Spiritual 

Rastafari-Jamaica-Experiences-Halonusa-Ade-Yuandha(@Ade_Yuandha)
Sejarah Rastafari Di Jamaika Serta Penggunaan Ganja yang Mencakup Hal Spiritual (Foto: Jamaica Experiences/Halonusa)

HALONUSA.COM – Akar dari gerakan Rastafari berasal dari kolonial Jamaika. Meskipun Rastafari secara khusus dikaitkan dengan penggunaan Ganja, mereka bukanlah agama pertama yang menggabungkannya.

Agama Hindu merupakan agama pertama yang menggabungkan penggunaan Ganja.

Bacaan Lainnya

Banyak sekte agama Hindu yang menggabungkan penggunaan Ganja dalam upacara ritual keagamaan.

Referensi positif terhadap Ganja dalam kitab suci Hindu bahkan lebih jelas daripada di dalam Alkitab. Pertama kali orang Hindu yang membawa Ganja ke Jamaika.

Semua berawal dari Kerajaan Inggris yang memaksa buruh kontrak di India untuk pindah ke Jamaika dan bekerja disana bersama penduduk setempat.

Penggunaan Ganja yang dibagikan oleh orang India diterima dengan sangat baik oleh warga Jamaika.

Kata Hindi untuk Mariyuana adalah Ganja, yang berasal dari bahasa Sansekerta Ganjika. Nama Ganja dikenal di Jamaika dan dimasukkan ke dalam landasan Rastafari.

Ada kemungkinan mereka belajar tentang penerapan spiritual Ganja dari umat Hindu.

Mungkin juga adanya pengaruh dari ajaran Kumina (agama kuno Afro-Jamaika) yang dipraktikkan oleh banyak Diaspora Afrika di Jamaika pada saat itu.

Ajaran Kumina percaya bahwa Ganja membawa seseorang lebih dekat kepada leluhurnya, bahkan sampai dirasuki oleh leluhur mereka.

Rastafari memotong jalan mereka sendiri, mereka menolak pemujaan leluhur yang umum dalam agama-agama Afrosentris lainnya.

Rastafari berfokus pada masa depan yang mulia di mana Tuhan (Jah) membebaskan dunia dari kejahatan.

Pos terkait