Sejumlah Orang Terlibat Perjudian di Padang Pariaman, Sijunjung dan Agam, Salah Satunya Oknum ASN

Sejumlah Orang Terlibat Perjudian di Padang Pariaman, Sijunjung dan Agam, Salah Satunya Oknum ASN
Ilustrasi judi. (Foto: Dok. Pixabay)|Empat pelaku judi yang ditangkap di Padang Pariaman. (Foto: Dok. Polres Padang Pariaman)|Pengungkapan kasus judi oleh Polres Agam. (Foto: Dok. Polres Agam)|Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani memeri
HALONUSA.COM - Sejumlah orang dari berbagai wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) ditangkap polisi dalam kasus perjudian.

Kasus perjudian itu diungkap polisi di berbagai wilayah seperti Padang Pariaman, Agam hingga Sijunjung dan melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pertama, Polres Padang Pariaman menangkap empat pelaku perjudian di sebuah warung kawasan Korong Padang Lapai, Nagari Guguak, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman pada Kamis (4/8/2022).

Empat orang tersebut berinisial AT, 50 tahun, E, 40 tahun, AC, 47 tahun dan Y, 47 tahun.

"Mereka terlibat judi jenis kartu Koa dengan menggunakan uang sebagai taruhan," kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Agustinus Pigai.

[caption id="attachment_35712" align="alignnone" width="533"]Empat pelaku judi yang ditangkap di Padang Pariaman. (Foto: Dok. Polres Padang Pariaman) Empat pelaku judi yang ditangkap di Padang Pariaman. (Foto: Dok. Polres Padang Pariaman)[/caption]

Dari keempat pelaku tersebut, polisi menyita uang tunai berjumlah Rp1.135.000.

Rincinya, empat lembar uang Rp100 ribu, 11 lembar Rp50 ribu, tiga lembar Rp20 ribu, tujuh lembar Rp10 ribu dan 11 lembar uang Rp5 ribu.

Selain itu, polisi ikut mengamankan 168 kertas Koa dan tiga batu domino warna merah yang digunakan pelaku tersebut.

Selanjutnya, Polres Agam menangkap dua orang berinisial YN, 37 tahun dan AA, 45 tahu karena diduga terlibat perjudian jenis toto gelap (togel).

Tersangka YN ditangkap di Jorong Kapalo Koto, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya pada Kamis (21/7/2022) pukul 21.30 WIB.

Sedangkan tersangka AA ditangkap di Sungai Nibuang, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara hari Jumat (22/7) pukul 22.45 WIB.

"Dari tersangka YN diamankan barang bukti satu telepon seluler (ponsel), satu kartu ATM, uang tunai Rp160 ribu dan lainnya. Sedangkan dari AA kami sita uang tunai Rp180 ribu, ponsel, kertas yang berisi rekapan angka pasangan togel dan lainnya," kata Wakapolres Agam, Kompol Adrizal Guci.

[caption id="attachment_35713" align="alignnone" width="600"]Pengungkapan kasus judi oleh Polres Agam. (Foto: Dok. Polres Agam) Pengungkapan kasus judi oleh Polres Agam. (Foto: Dok. Polres Agam)[/caption]

Adrizal mengatakan, penangkapan kedua pelaku tersebut tidak terlepas dari laporan masyarakat terkait aktivitas judi togel yang dilakukan pelaku.

"Kami sudah tahan keduanya dan terancam dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun kurungan penjara," imbuhnya.

Teranyar, Polres Sijunjung ikut mengamankan seorang oknum ASN yang diduga terlibat dalam kasus perjudian tersebut.

Pelaku berinisial MCB alias IR, 36 tahun, warga Jorong Kampung Berlian, Kabupaten Sijunjung.

Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani menjelaskan, MCB ditangkap di sebuah warung di Jorong Pasar, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung pada Jumat (5/8/2022) malam.

Kepada polisi, IR mengaku menerima pesanan dan menjual angka togel secara online, togel online tersebut langsung dia kelola melalui ponselnya.

"Pada saat ada orang yang akan memesan atau membeli angka judi togel, ia akan menerima uang dari si pembeli tersebut secara langsung dan menggunakan uang yang sudah dimasukan terlebih dahulu di akun judi togelnya untuk memesan angka secara online," ungkapnya.

[caption id="attachment_35714" align="alignnone" width="864"]Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani memeriksa oknum ASN yang diduga terlibat judi online. (Foto: Dok. Polres Sijunjung) Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Abdul Kadir Jailani memeriksa oknum ASN yang diduga terlibat judi online. (Foto: Dok. Polres Sijunjung)[/caption]

Kemudian, sambung Abdul Kadir Jailani, dari angka yang dipesan tersebut memenangi taruhan, maka uang hadiah masuk ke rekeningnya.

"Dari sana IR menerima keuntungan sebesar 30 persen dari setiap nomor togel yang mendapat hadiah tersebut, dari pengakuannya, kegiatan tersebut telah dia lakukan kurang lebih tiga bulan belakangan ini," tuturnya.

Dari oknum ASN ini, polisi menyita uang tunai sebesar Rp477 ribu dan tiga ponsel. (*)

Berita Lainnya

Index