Sekda Kota Padang, Andree Algamar Ajak ASN Jadi Komando Cadangan TNI AD

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang definitif, Andree Harmadi Algamar. (Foto: Dok. Pribadi)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang definitif, Andree Harmadi Algamar. (Foto: Dok. Pribadi)

HALONUSA.COM – Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Algamar mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup kerjanya untuk menjadi pasukan cadangan militer atau anggota komando cadangan (Komcad) TNI Angkatan Darat.

Hal tersebut menurutnya bertujuan agar ASN yang tergabung sebagai Komcad memiliki kompetensi dalam bela negara.

“Tentunya kita akan menyiapkan PNS, P3K dan pegawai kontrak yang ada di Pemerintah Kota Padang untuk ikut bergabung mendaftarkan diri sebagai anggota Komcad TNI AD dari Kodam 1/BB,” katanya, Senin 23 Januari 2023.

Bacaan Lainnya

Komponen cadangan adalah sebuah pasukan cadangan militer atau sebuah organisasi militer yang terdiri dari warga negara yang menggabungkan peran militer dengan karier sipil. Komponen cadangan untuk melawan ketika suatu negara untuk memobilisasi perang total atau untuk mempertahankan diri dari invasi.

“Tujuannya di samping untuk bela negara, juga sebagai aset Pemko Padang dalam mempersiapkan kader pemerintahan yang memiliki disiplin dan wawasan kebangsaan,” lajutnya

Bagi ASN Pemko Padang yang berminat untuk menjadi Komcad, saat ini Kodam I Bukit Barisan telah membuka pendaftaran.

Perekrutan Komcad Matra Darat di tahun 2023 ini dengan batasan usia mulai dari 18 tahun sampai batas maksimal 35 tahun. Perekrutan bersifat sukarela, bagi yang ingin bergabung di Komcad TNI AD dari Kodam 1/BB, harus berbadan sehat dan fisik yang sehat.

“Pendaftaran bagi ASN Pemko Padang dikoordinatori oleh Kasatpol PP Padang,” katanya.

Sosialisasi perekrutan Komcad TNI AD ini sebenarnya telah dimulai oleh Kodim 0312/Padang, pekan lalu. Sosialisasi ini menghadirkan Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha.

Dalam sosialisasi itu, Dadang mengatakan bahwa masa pendidikan Komcad berjalan selama 3 bulan dan semua biaya akan ditanggung oleh Negara selama proses berlangsung.

Tidak hanya itu, selama pendidikan akan diberikan uang saku tanpa pemotongan gaji selama pendidikan berlangsung, utamanya bagi mereka yang juga mempunyai profesi seperti PNS, Guru, Honorer, Dosen, Wiraswasta dan Pekerja Swasta.

Pos terkait