Sembilan Penambang dari 17 Penambang Emas di Solok Selatan Berhasil di Evakuasi, Basarnas: 9 Meninggal dan 8 Luka-Luka

  • Whatsapp
Sembilan penambang emas yang meninggal dunia di tambang emas di Timbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaen Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) berhasil dievakuasi, Selasa malam (11/5/2021).
Sembilan penambang emas yang meninggal dunia di tambang emas di Timbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaen Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) berhasil dievakuasi, Selasa malam (11/5/2021).

HALONUSA.COM – Sembilan (9) penambang emas yang meninggal dunia di tambang emas di Timbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar) berhasil dievakuasi, Selasa malam (11/5/2021).

Total penambang emas yang menjadi korban longsor terdapat 17 penambang, dengan rincian sembilan (9) meninggal dunia dan delapan (8) mengalami luka-luka, baik luka berat dan luka ringan.

“Pencarian terakhir korban longsor di tambang emas telah berhasil dievakuasi malam ini,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Padang, Asnedi kepada Halonusa.com, Selasa malam (11/5/2021).

Kakan SAR Padang, Asnedi melanjutkan, evakuasi terhadap belasan penambang emas itu dilakukan tim SAR (Search and Rescue) gabungan di Timbahan, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan.

“Situasi penambang ada yang meninggal dunia ada juga yang luka berat, ringan,” kata Asnedi.

Perkembangan oeprasi SAR bencana alam longsor di daerah itu menimbun para penambang emas di daerah ini.

Kesembilan penambang emas yang ditemukan meninggal dunia ialah Buyung, 31 warga Bidar Alam; Yasril, 35 warga Sungai Padi Kecamatan Sangir; Ijal warga Sungai Rambutan; Nedi 20, warga Kapalo Koto Abai.

Selanjutnya Pak De warga Dharmasraya; Sia, 45,warga Sungai Rambutan; Catno 60 warga Abai; dan Nopa, 46 warga Bumi Ayu, dan Siman warga Sampu.

Selanjutnya penambang emas yag mengalami luka-luka, baik berat dan ringan ialah Epi, warga Padang Air Dingin, Tomi 38, warga Timbulun; Ito 31, warga Sungai Rambungan; Eka 30, Bumi Ayu, Mitro 25, warga Abai. (vh)

Pos terkait