Sembilan Titik Pengungsian di Merapi, Lansia Perempuan 122 Jiwa

Penampakan aktivitas Gunung Merapi tanggal 13-19 November 2020 dari CCTV Deles 3 - Badan Geologi/Halonusa
Penampakan aktivitas Gunung Merapi tanggal 13-19 November 2020 dari CCTV Deles 3 - Badan Geologi/Halonusa

HALONUSA.COM – BPBD Kabupaten Magelang dibantu instansi terkait telah mendirikan dapur umum di setiap titik lokasi pengungsian

Dan menyiapkan kebutuhan makanan mulai pukul 04.00 WIB, Minggu (22/11/2020).

Bacaan Lainnya

Masyarakat permukiman di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III telah diungsikan ke 9 titik pengungsian.

Baca juga: Pengungsi di Magelang Bertambah, Gunung Merapi Siaga

Evakuasi pengungsian meningkat 210 jiwa sejak dua pekan lalu, meliputi 118 jiwa dari Desa Krinjijng mengungsi di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan.

Informasi resmi diperoleh Halonusa.com dari BPBD Magelang, pengungsi tersebut terdiri dari 279 laki-laki dan 538 perempuan.

Adapun ibu hamil sebanyak 13 orang, ibu menyusui 33 orang, lansia laki-laki 46 orang, lansia perempuan 122 orang, balita laki-laki 81 orang.

Balita perempuan 70 orang, anak laki-laki 57 orang, anak perempuan 61 orang, difabel laki-laki 7 orang, difabel perempuan 12 orang.

Baca juga: Ancaman Harimau Bonita di Rimba Riau: Biarlah Tak ke Sekolah daripada Nyawa Melayang

Warga yang sakit/rentan ada 2 orang laki-laki dan 7 perempuan serta pendamping dewasa ada 86 laki-laki dan 220 perempuan.

Sementara itu BPBD Kabupaten Magelang mendistribusikan air bersih untuk masing-masing lokasi pengungsian pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Baca juga: Kisah Pilu Ulah Keganasan Harimau Bonita di Riau, Trauma Melanda Warga

Adapun kegiatan trauma healing juga dilakukan secara berkala oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Muslimat (IKGTKM) Mertoyudan dan Forum Anak Kabupaten Magelang di setiap titik pengungsian.

Pos terkait