Sempat Buron, Pria Penembak Warga Pessel Ditangkap di Kebun Sawit Masyarakat Solok Selatan

Ilustrasi borgol. (Foto: Dok. Ilham/Halonusa)
Ilustrasi borgol. (Foto: Dok. Ilham Medio Agusta/Halonusa)

HALONUSA.COM – Polisi menangkap H, 47 tahun, dalam kasus penembakan Syafnil, 52 tahun di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) hingga korban meninggal dunia.

Dia ditangkap polisi di kebun sawit milik masyarakat kawasan Jorong Koto Sungai Kunyit Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan (Solsel) usai sempat buron.

“Kami tangkap pada Jumat (10/6/2022),” kata Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Pessel, Aiptu Doni Santoso, Sabtu (11/6/2022).

Bacaan Lainnya

Doni mengatakan, pelaku ditangkap karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan menggunakan senapan angin.

“Pelaku menggunakan senapan angin dan mengakui barang bukti yang digunakannya sudah dibuang di sungai area perkebunan PT Incasi Raya,” ujarnya.

Dalam menangkap H pihaknya juga dibantu oleh petugas kepolisian dari Polres Solsel. “Saat ini, pelaku sudah dibawa ke Polsek Pancung Soal,” tuturnya.

Seperti diketahui, Syafnil, 52 tahun, meninggal dunia usai ditembak menggunakan senapan angin akibat masalah tanah.

Warga Koto Pandan, Nagari Inderapura Timur, Kecamatan Pancung Soal, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) itu meninggal pada Senin (30/5/2022) lalu.

Kapolsek Pancung Soal, AKP Deddy Arma menjelaskan, peristiwa penembakan tersebut terjadi di Kompleks Rai 8 PT Incasi Raya, Nagari Taluak Ampalu Inderapura.

“Ada sengketa soal tanah hingga cekcok dan berujung penembakan dengan senapan angin, peluru menyasar dada korban,” kata Deddy.

Deddy mengatakan bahwa tanah yang diperebutkan tidak memiliki sertifikat. Bahkan, korban dan terduga pelaku saling klaim sebidang tanah tersebut merupakan miliknya.

“Saling klaim (tanah) itu, yang diperebutkan tanah kosong, sertifikat tidak ada,” ucapnya. (*)

Pos terkait