Soal Wacana Pembubaran MUI, Ustadz Mulyadi Muslim: Kalau Ada Tikus Masa Rumahnya yang Dibakar

soal-wacana-pembubaran-mui-ustadz-mulyadi-muslim-kalau-ada-tikus-masa-rumahnya-yang-dibakar-PKS-Mafhud-MD-
Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang, Ustadz Mulyadi Muslim

HALONUSA.COM – Munculnya isu pembubaran MUI (Majelis Ulama Indonesia) lembaga resmi dan aktif dihadapkan di tengah publik pasca Densus 88 Antiteror menangkap Ahmad Zain an-Najah di Perumahan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (16/11/2021).

Operasi tersebut menangkap dua lainnya di tempat yang berbeda, yakni Farid Ahmad Okbah (FAO) dan Anung al-Hamad (AA).

Tiga tertangkap Densus 88 Antiteror diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI).

Bacaan Lainnya

Sejauh ini Indonesia melabeli Jamaah Islamiyah sebagai salah satu kelompok atau jaringan terorisme global.

Sementara terkait hal itu, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Ustadz Mulyadi Muslim mengatakan, MUI Padang menanggapi wacana  pembubaran itu belum terlalu dalam.

Menurutnya, isu pembubaran MUI sangat naif sekali, apalagi Majelis Lembaga Indonesia merupakan lembaga resmi tempat berkumpulnya para ulama.

Bahkan Ustadz Mulyadi Muslim meminta agar mengedepankan praduga tidak bersalah terhadap oknum MUI yang tertangkap.

“Kalau ada tikus masa rumahnya yang dibakar, tentu tidak,” ujar Ustadz Mulyadi Muslim, sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang, Senin (22/11/2021).

Bicara penjaringan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang dan Sumatera Barat (Sumbar), Ustadz Mulyadi Muslim menerangkan, perekrutan anggota dan pengurus sangat selektif dengan melihat latar belakang. Bahkan jauh dari keterlibatan jaringan-jaringan atau kelompok yang seperti disebut-sebut (Jamaah Islamiyah).

Sejauh ini MUI Padang akan terus mengikuti lajur perkembangan wacana pembubaran lembaga Majelis Ulama Indonesia. “Kami sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan pusat dalam menyikapi terkait isu yang diapungkan di media sosial,” terang Ustadz Mulyadi Muslim.

Tidak itu saja Sekretaris MUI Padang itu menyampaikan, melawan wacana pembubaran MUI tidak ada, justru di Padang dan Sumatera Barat bersikap tenang. Tidak ada pengerahan massa, karena memang diketahui munculnya di media sosial internet.

“Sekali lagi mari mengedepankan azas praduga tidak bersalah, bagi warga yang tertangkap atas dugaan-dugaan terlibat jaringan, apakah itu yang menangkap kepolisian atau Densus 88 Antiteror yang baru-baru ini. Itu kan satu orang oknum kenapa kemudian ada tiga,” terang Ustadz Mulyadi Muslim.

Pos terkait