Solar Langka di Padang, Pertamina Klaim Pasokan Energi Terpenuhi

Ilustrasi SPBU (Foto: Dok. Pertamina)
Ilustrasi SPBU (Foto: Dok. Pertamina)

HALONUSA.COM – Pertamina mengeklaim pasokan energi Indonesia terpenuhi, namun di sisi lain ketersediaan solar langka di sejumlah SPBU di Kota Padang.

Pantauan Halonusa.com, antrian truk tak terelakkan di sejumlah SPBU, seperti di kawasan Pisang, Pitameh, Bandar Buat, Ketaping, Kuranji dan Sawahan selama beberapa hari belakangan.

“Saya sudah mengantre di sini sejak tadi malam, namun petugas SPBU masih saja mengatakan solar belum masuk,” kata salah seorang sopir truk, Chandra, 25 tahun, Kamis (3/3/2022).

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal tersebut, Penjabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menyebut bahwa pengawasan penggunaan solar bersubsidi di Sumatera Barat (Sumbar) termasuk tinggi.

Baca juga: Klaim Pertamina Pasca Gempa Guncang Pasaman Barat, Hubungi Nomor Ini

Dirinya mengaku heran dengan fenomena kelangkaan solar bersubsidi di Kota Padang dan sekitarnya.

“Padahal Sumbar termasuk yang ketat pengawasan penggunaan solar subsidi,” katanya.

Irto menjelaskan, pihaknya telah menyediakan solar subsidi sesuai kuota yang ditetapkan, namun dirinya tak menyebut berapa besaran kuota solar untuk Sumbar pada tahun ini.

“Kami juga menyediakan solar non-subsidi sebagai alternatif,” ucapnya.

Diklaim Terpenuhi

Harga minya mentah dunia dikabarkan telah menembus angka USD110 per barel per Kamis (3/3/2022) pasca konflik Rusia dan Ukraina yang semakin memanas.

Harga tersebut tertinggi sejak tahun 2014 yang hanya menembus angka USD93,17 per barel.

Presiden Joko Widodo pun telah menegaskan kenaikan harga minyak ini harus diwaspadai untuk mencegah terjadinya kelangkaan energi.

“Kelangkaan energi. Dulu sebelum perang harganya naik karena kelangkaan. Ditambah perang (harganya) naik lagi. Sekarang harga per barel sudah di atas 100 US Dollar yang sebelumnya hanya 50-60 (dollar AS),” ujar Jokowi.

Terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan, Pertamina terus mencermati kenaikan harga minyak mentah dunia dan dampak-dampak strategisnya.

Namun yang pasti, Pertamina berupaya menjaga pasokan BBM dan LPG nasional, menjamin distribusi BBM dan LPG tersebut sampai ke seluruh masyarakat Indonesia serta memastikan keberlanjutan ekosistem energi nasional di tengah tantangan harga minyak mentah dunia yang terus melambung ini.

Pos terkait