Sulawesi Utara Memprioritaskan 17 Rencana Pembangunan 2021 di Masa Pandemi Corona

Sulawesi Utara Memprioritaskan 17 Rencana Pembangunan 2021 di Masa Pandemi Corona
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulawesi Utara, Agus Fatoni, sebelumnya Kepala Badan Litbang Kemendagri, Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si. | Net/Halonusa
HALONUSA.COM - Pemerintah daerah Sulawesi Utara (Sulut) optimis memulihkan ekonomi daerah terdampak pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut Pjs. Gubernur Sulut, Agus Fatoni, pencapaian target ekonomi sektor makro di 2021 sebesar enam persen, kemudian inflasi akan dikendalikan tiga persen.

Tingkat kemiskinan di angka 7-8 persen dan diikuti penekanan angka pengangguran 6-7 persen serta mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia pada angka 72.

Baca juga: Ini Caranya Mau Dapat Rumah Subsidi Pemerintah

"Situasi pandemi virus corona mengakibatkan sektor pembangunan, sehingga perlu pemulihan ekonomi daerah," kata Fatoni.

Menurut Fatoni Sulawesi Utara dapat menggairahan ekonominya kembali pada 2021, semoga dapat membaik pada sektor perikanan, pertanian, kehutanan.

Ia mengharapkan dapat tumbuh positif dan memberikan kontribusi membangun perekonomian daerah.

Baca juga: Indonesia Resmi Resesi, Sesi I IHSG Justru Meroket tajam 2,03%

Selain itu sektor pariwisata sangat perlu untuk digairahkan. Salah satunya dengan membangun fasilitas sarana prasarana.

Sebagai penghubung kawasan wisata serta memberdayakan sumber daya manusia lokal di kawasan wisata.

Kepala Balitbang Kemendagri melanjutkan, tidak tertinggal pula UMKM dan IKM sektor rumah tangga.

Baca juga: Akses Vasin Covid-19, Presiden Joko Widodo Dorong Negara G20

"Sehingga skala pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat dapat optimal dan memengaruhi pergerakan ekonomi daerah," tutur pria kelahiran Lampung itu.

RKPD Sulawesi Utara 2021 memperioritaskan 17 pembangunan daerah, seperti penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pembangunan pendidikan, pembangunan kesehatan, kedaulatan pangan, pembangunan perdesaan dan perkotaan, revitalisasi pertanian dan perkebunan.

Kemudian pembangunan pariwisata, infrastruktur, pembangunan perumahan dan pemukiman, pembangunan industri/kawasan ekonomi khusus, peningkatan daya saing investasi, perikanan dan kemaritiman pengelolaan bencana dan mitigasi iklim, pembangunan kawasan perbatasan, revolusi mental, trantibmas dan reformasi birokrasi.

Berita Lainnya

Index