Sumbar Siaga Darurat Bencana Selama 107 Hari

  • Whatsapp
Ilustrasi hujan. (Foto: Dok. Pixabay)
Ilustrasi hujan. (Foto: Dok. Pixabay)

HALONUSA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan status siaga darurat bencana selama 107 hari dari tanggal 15 September hingga 31 Desember 2021.

Hal tersebut tertuang di dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumbar nomor 360/51/BPBD/2021 tanggal 7 Oktober 2021.

Bacaan Lainnya

SK tersebut dikeluarkan berdasarkan prakiraan potensi banjir dan gerakan tanah yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 10 Agustus 2021 lalu.

Baca juga: Awas, BNPB Sebut Kawasan Ini Masuk Bahaya Longsor di Padang

“Kami meminta kepala daerah di Sumbar untuk menginventarisasi daerah rawan bencana sosialisasi melalui mitigasi dan pencegahan,” kata Gubernur Mahyeldi.

Selain itu, pihaknya meminta untuk mengaktifkan pos siaga pada daerah rawan bencana untuk percepatan pembangunan.

“Memastikan kondisi peralatan kebencanaan yang dimiliki di masing-masing kabupaten dan kota dalam keadaan berfungsi,” katanya.

Kepala daerah juga diminta untuk selalu berkoordinasi dengan lintas sektor dan menyiapkan tempat evakuasi yang aman berdasarkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Waspada Potensi Bencana

Masyarakat diminta untuk mewaspadai segala macam potensi bencana alam hingga akhir tahun 2021.

“Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor,” kata Kalaksa BPBD Sumbar, Erman Rahman.

Erman mengatakan, SK Gubernur Sumbar bisa disosialisasikan ke masyarakat dan mitigasi bencana bisa berjalan efektif,” imbuhnya.

Bahaya Longsor

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut satu kecamatan di Kota Padang masuk ke dalam rawan longsor.

Pos terkait