Takut! Ini Pengakuan Mahasiswi Jelita Dibooking 11 Juta Oknum Polisi

Takut! Ini Pengakuan Mahasiswi Jelita Dibooking 11 Juta Oknum Polisi
HALONUSA.COM - Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya bergumam lantaran mendengar pengakuan mahasiswi nan jelita bila dirinya dibooking oknum perwira polisi Rp11 juta untuk menemani pesta sabu.

Mahasiswi jelita ini hadiri persidangan sebagsai saksi terkait persidangan tiga oknum polisi yang tersandung pesta sabu di Hotel Midtown Surabaya, 28 April 2021 lalu.

Chinara Christine Selma, mahasiswi jelita berparas cantik mengaku bila Iptu Eko Junianto membookingnya Rp11 juta untuk menemani ia dan temannya hotel, kamar 1701.

Chinara mahasiswi yang bekerja freelance mendapatkan tawaran pekerjaan dari Alex, untuk menemani Iptu Eko Junianto, yang datang dari Jakarta ke Surabaya.

"Saya dapat chatting dari Alex. Ada polisi dari Jakarta mau datang ke Surabaya ingin di servis (menemani di kamar) tak lama kemudian Pak Eko menghubungi saya," kata Chinara dalam persidangan di PN Surabaya.

Chinara mengikuti instruksi dari terdakwa Eko, setiba di kamar sesuai permintaan tepat pukul 10 malam di kamar 1701.

Mahasiswi jelita ini pun menerima narkotika jenis ekstasi ketika disodorkan oleh Eko terdakwa. Namun Chinara tidak tahu menahu tentang pesta sabu Eko Junianto dengan dua anggota polisi lainnya.

Ia hanya menurut karena takut oknum polisi itu membatalkan booking-an, menurut pengakuannya di PN Surabaya.

"Saya dibayar Rp 11 juta. Tapi saya gak tau kalau ternyata di situ ada party," beber Chinara.

Proses Penangkapan



Tidak lama Paminal Mabes Polri tiba di Hotel dan menangkap Iptu Eko Junianto, dan Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Suddik.

Chinara Christine Selma mengaku, saat proses penangkapan Eko, polisi yang membokingnya berada di dalam kamar bersama Sudidik. Sedangkan Agung ke lobby untuk mengambil air minum.

Penangkapan mantan Kanit III Satnarkoba Polrestabes Surabaya Iptu Eko Julianto dan dua anak buahnya, Aipda Agung Pratidina dan Brigpol Sudidik di hotel Midtown Residence Surabaya terjadi Jumat (28/4/2021) dini hari.

Selain menggelar pesta sabu di hotel kamar 1701 dan 1702 juga membooking mahasiswi Chinara Christine Selma yang diminta menemani mengonsumsi sabu-sabu dengan alibi menunggu waktu sahur. (*)

Berita Lainnya

Index