Tekan Angka Stunting, Dinkes Sumbar Kerahkan Kader Posyandu dan Jalankan Program

HALONUSA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus menekan angka stunting, bahkan di 2019 sudah berada di angka 30,8 persen melampaui target nasional 20 persen.

“Keluarga berperan penting dalam upaya menekan angka stunting, apalagi di masa pandemi virus corona,” kata Kepala Dinkes Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, Selasa (1/11/2020).

Penanganan stunting dalam masa pandemi Covid-19 terus digalakan serta butuh perhatian serius dengan memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi. Gencar melaksanakan program anggaran penyediaan intervensi gizi perioritas di wilayah kabupaten dan kota.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Pengurus Kecamatan Partai Golkar Meninggal di Kursi Panjang Kantor DPD Golkar Padang

Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Sumatera Barat mengerahkan kader posyandu dalam melaksanakan edukasi, sosialisasi, dan pengawasan secara langsung terhadap keluarga.

“Dibutuhkan integrasi layanan sosial, dengan adanya keterlibatan seluruh unsur maka mampu mewujudkan peningkatan ekonomi keluarga dan kesehatan lansia,” ujarnya.

Ini tidak terlepas dari Permendagri No 19 tahun 2011. Sementara terkait masa pandemi maka perlu melakukan penanganan terhadap kelompok ibu hamil, balita, serta ibu menyusui melalui kampanye gizi seimbang serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca juga: Video Detik-detik Harimau Adang Pengendara di Jalan Alahan Panjang Solok

Untuk pencegahan stunting ini, Dinkes Sumbar turut melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan kepada balita kurang gizi maupun ibu hamil kurang energi kronis serta pemberian suplementasi gizi.

Empat daerah jadi lokus penanganan pencegahan stunting di Sumbar, seperti Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, Pasaman dan Pasaman Barat. (tan)

Pos terkait