Ternyata Dosen Unri Dalang Perusakan Rumah Karyawan Langgam Harmuni

Ternyata Dosen Unri Dalang Perusakan Rumah Karyawan Langgam Harmuni
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.
HALONUSA.COM - Tim gabungan Polres Kampar dan Polda Riau menangkap dosen Universitas Riau (Unri) inisial AH, yang ternyata dalang perusakan rumah karyawan salah satu perusahaan di Kampar, Riau.

Dosen Unri yang mengajar di Fakultas Pertanian (Faperta) Unri tertangkap di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/1/2021).

Usai melakukan perusakan ia kemudian menjadi buruan anggota polisi. Hingga menetapkan dosen Unri masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak November 2021.

Informasi di lapangan ternyata AH merupakan dalang penyerangan dan perusakan rumah karyawan PT Langgam Harmuni di Kampar, Riau.

"Kini oknum dosen Unri itu berada di rumah tahanan Polres Kampar untuk di proses lebih lanjut," kata Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto.

Kombes Sunarto melanjutkan, ia mendalangi aksi penjarahan dan perusakan rumah rumah karyawan PT Langgam Harmuni.

Polisi sempat kehilangan jejak hingga akhirnya tim gabungan Polres dan Polda Riau memburu oknum dosen Unri itu ke Bekasi.

"Adapun status AH, dalam perkara ini merupakan mantan ketua koperasi sawit makmur (Kopsa-M) periode 2016-2021," jelas Kombes Sunarto, Rabu (5/1/2022).

Penetapan AH, dosen Unri sebagai tersangka setelah menangkap HS alias Hendra Sakti, pelaku perusakan rumah karyawan dan barak PT Langgam Harmuni di Kampar, Riau.

"Tersangka pertama mengaku kalau ia merupakan suruhan dari dosen itu untuk menyerang rumah dan barak karyawan," kata Kombes Sunarto.

Insiden penyerangan barak dan rumah karyawan dengan mengerahkan puluhan preman dengan bersenjata tajam, 20 Oktober 2020. Polisi kemudian menangkap HS dan Marvel dan telah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang.

"Ada dua lagi DPO dari kasus penyerangan ini, AN dan YM," kata Kombes Sunarto, Kabid Humas Polda Riau.

Para pelaku terjerat Pasal 170 KUHP tentang perusakan secara bersama-sama dan Pasal 335 KUHP tentang pengancaman dengan kekerasan dan pasal 368 tentang pemerasan junto pasal 55 dan 56 KUHP. (*)

Berita Lainnya

Index