Terorisme Berasal dari Ujaran Kebencian? Ini Penjelasan Kepala BNPT

Terrorist Alert-(tanharimage-canva))
Ilustrasi Teroris/Terrorist Alert (Canva/Tanharimage pro)

HALONUSA.COM – Ujaran Kebencian adalah salah satu pintu masuk prilaku radikal dan terorisme yang menghancurkan kehidupan dan peradaban manusia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Boy Rafli Amar.

Bacaan Lainnya

“Saya minta seluruh warga masyarakat untuk benar-benar menghindari, menjauhi dan menangkal perilaku buruk tersebut,” ujar Kepala BNPT Boya Rafli Amar dalam keterangannya terkait pencanangan Hari Internasional untuk Melawan Ujaran Kebencian atau International Day for Countering Hate Speech yang diperingati oleh PBB untuk pertama kali, Minggu (19/6/2022).

Menurutnya, ujaran kebencian sebenarnya bukan hal baru karena unsur-unsur tersebut udah ada sejak lama di masyarakat akibat keterbatasan pemikiran atau kurangnya kemampuan untuk menjaga diri.

Seiring kemajuan teknologi komunikasi dan budaya baru medsos, ujaran kebencian dinilai bisa dilakukan dengan masif dan menyentuh masyarakat paling bawah dengan skala sangat luas.

“Sebuah ujaran kebencian mungkin saja tidak langsung memantik kerusuhan. Bisa tertahan karena kewaspadaan semua pihak. Namun kebencian yang tercipta sangat mungkin mengendap menjadi bara api yang sewaktu-waktu, pada saat yang paling buruk, bisa memantik api dan meledakkan kerusuhan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia menegaskan, seharusnya tak ada toleransi untuk ujaran kebencian karena dampaknya yang dapat merusak perdamaian dan pembangunan.

Ujaran kebencian juga menjadi dasar konflik dan ketegangan serta menjadi sebab terjadinya pelanggaran hak asasi manusia dalam skala luas.

Pos terkait