Terungkap, Selama Pandemi Covid-19 Mendikbudristek Berlakukan Kurikulum ini

Terungkap, Selama Pandemi Covid-19 Mendikbudristek Berlakukan Kurikulum ini
Seorang siswa masuk sekolah menggunakan seragam (ilustrasi)
HALONUSA.COM - Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) selama masa Pandemi Covid-19 telah melaksanakan sebuah kurikulum yang bernama kurikulum darurat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Zulfikri yang menyatakan bahwa pandemi membuka peluang untuk menghadirkan inovasi dalam pembelajaran.

"Kemendikbudristek telah melakukan beberapa terobosan antara lain dengan menyederhanakan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Darurat dalam rangka pemulihan pembelajaran sebagai bagian dari mitigasi learning loss di masa pandemi," katanya.

Selain itu, Kemendikbudristek juga telah melakukan monitoring dan evaluasi penerapan Kurikulum Darurat yang dapat mengurangi dampak learning loss akibat pandemi secara signifikan.

"Studi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) menunjukkan bahwa siswa pengguna Kurikulum Darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada pengguna Kurikulum 2013 secara penuh, terlepas dari latar belakang sosio-ekonominya," lanjutnya.



Ia mengatakan, jika kenaikan hasil belajar itu direfleksikan ke proyeksi learning loss numerasi dan literasi, penggunaan kurikulum darurat dapat mengurangi dampak pandemi sebesar 73% (literasi) dan 86% (numerasi).

Menurutnya, dalam waktu dekat, Kemendikbudristek segera menawarkan opsi kebijakan kurikulum untuk pemulihan pembelajaran yang bernama kurikulum prototipe yang mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

"Di tahun depan, tidak ada kebijakan kurikulum baru, tetapi kebijakan pemulihan pembelajaran akibat pandemi. Dalam dua tahun ke depan, kurikulum yang disederhanakan akan terus dievaluasi sambil memperkenalkan kepada seluruh masyarakat," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan melalui penerapan kurikulum prototipe perlu menjadi sebuah gerakan.

"Pada prinsipnya kurikulum memberikan kemudahan bagi siapapun, termasuk bagi pendidik dan peserta didik. Mas Menteri mengingatkan kita, bahwa ini bukan sekadar kebijakan, tetapi sebuah gerakan bersama," tutupnya.

Berita Lainnya

Index