Transaksi Gelap di Rekening Nasabah, Bank Nagari: Itu Bukan Pembobolan

HALONUSA.COM – Pihak Bank Nagari membantah bahwa adanya transaksi gelap beberapa waktu lalu melalui beberapa rekening nasabah bukan pembobolan.

“Apa yang terjadi kemarin itu bukanlah pembobolan, tetapi itu adalah kejahatan skimming,” kata Direktur Utama Bank Nagari, M Irsyad, Kamis (12/05/2022).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan bahwa untuk membobol sistem Bank Nagari tidak mudah. Mereka memiliki pengamanan yang berlapis.

“Kejahatan skimming itu adalah pelaku melakukan perekaman dengan menggunakan alat di sebuah mesin ATM dan menggandakan kartu ATM nasabah,” katanya.

Setelah menggandakan kartu ATM nasabah, pelaku langsung melakukan transaksi menggunakan kartu yang telah digandakan tersebut.

“Kami melakukan penyelidikan, transaksi tersebut dilakukan di luar Sumatera Barat, yaitu di Bali, Surabaya dan Surakarta,” lanjutnya.

Sebelumnya, rekening seorang nasabah Bank Nagari bernama Andri dibobol dan mengakibatkan kerugian mencapai Rp10 juta.

Kejadian tersebut berawal pada Kamis (5/05/2022) lalu saat Andri sedang berada di Kota Bukittinggi.

“Saat saya berada di Bukittinggi, saya mendapatkan notifikasi bahwa telah terjadi transaksi penarikan tunai di rekening saya,” katanya saat dihubungi Halonusa.com, Rabu (11/05/2022).

Ia mengatakan, dari notifikasi tersebut terdapat lima kali transaksi penarikan tunai dari rekening miliknya.

“Empat kali penarikan tunai dengan nominal Rp2 juta dan dua kali penarikan tunai dengan nominal Rp1 juta,” katanya.

Mengetahui rekeningnya dibobol, ia langsung mencari ATM terdekat untuk mentransfer sisa uang yang ada di rekeningnya.

“Limit penarikan tunai saya per harinya kan memang sebanyak Rp10 juta dan mungkin dia tidak bisa melakukan transaksi lagi saya inisiatif mentransfer seluruh uang saya ke rekening Bank lain,” lanjutnya.

Setelah itu, ia berencana kembali ke Kota Padang dan saat sampai di daerah Lubuk Basung, Kabupaten Agam, ia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Bank.

“Setelah melaporkan itu, saya langsung kembali ke Padang dan besoknya saya langsung melaporkan kejadian itu ke Bank Nagari pusat,” lanjutnya.

Menurutnya, pihak Bank Nagari bersedia untuk mengganti seluruh kerugiannya dan akan dibayarkan dalam waktu 14 hari terhitung Senin (9/05/2022).

“Bank Nagari katanya bersedia untuk membayarkan kerugian tersebut dan saya menunggu hal tersebut,” katanya.

Diketahui, hingga saat ini sebanyak 100 orang nasabah Banj Nagari telah mengalami kerugian karena rekeningnya dibobol. (*)

Pos terkait