Ulama Timor Leste Ingin Jadikan Sumbar Tujuan Pendidikan Islam, Apa Alasannya?

Pertemuan ualam Timor Leste, Sidik Pinto Lemorai dengan salah seorang pemuda Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)
Pertemuan ualam Timor Leste, Sidik Pinto Lemorai dengan salah seorang pemuda Indonesia. (Foto: Dok. Istimewa)

HALONUSA.COM – Sumatera Barat (Sumbar) diklaim sebagai salah satu provinsi di Indonesia dengan pengajaran dan wadah bagus dalam pembelajaran agama Islam.

Hal itu pula yang menarik perhatian Ketua Ulama Timor Leste, Sidik Pinto Lemorai.

Timor Leste, kata Sidik, merupakan negara yang berpisah dari Indonesia dua dekade silam atau 23 tahun yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Saat ini terdapat 23 ribu umat muslim dari total 1,5 juta penduduk di negara ini,” katanya, Rabu (10/8/2022).

Sidik menjelaskan awal mula Islam masuk di Timor Leste. Mulanya, kata Ulama tersebut, Islam masuk ke Timor Leste usai pedagang asal Yaman berdagang rempah-rempah di negara tersebut.

“Kami menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama serta diperkuat juga dengan Undang-undang (UU) tentang berkehidupan beragama yang ada di Timor Leste,” ucapnya.

Namun seiring berjalannya waktu, katanya, pemerintah Timor Leste tidak lagi memberikan subsidi untuk program agama Islam. Meski demikian, dirinya tidak patah semangat.

Dengan dorongan dari perkumpulan ulama yang ada di Timor Leste serta partai yang ada di parlemen serta bantuan juga dari partai oposisi akhirnya pada Idul Adha lalu pihaknya bisa memberikan daging kurban hingga ke pelosok negeri.

“Alhamdulilah berkat usaha dan perjuangan kami bersama, akhirnya membuahkan hasil,” ucapnya.

Dirinya melihat Sumbar sebagai provinsi di Indonesia dengan pengajaran dan wadah bagus dalam pembelajaran agama Islam.

“Maka tidak tertutup kemungkinan pemuda dan pemudi Timor Leste untuk bisa belajar dan menuntut ilmu di Sumbar dan kami berharap program ini bisa terealisasi,” tuturnya. (*)

Pos terkait