Unand Ingin Capai Prestasi Masuk 500 Universitas Terbaik di Dunia Usai Berstatus PTN-BH

Rektor Universitas Andalas, Yuliandri. (Foto: Dok. PPID Unand)
Rektor Universitas Andalas, Yuliandri. (Foto: Dok. PPID Unand)

HALONUSA.COM – Rektor Universitas Andalas (Unand), Yuliandri menyebut bahwa pihaknya ingin mencapai prestasi di tingkat internasional dengan masuk ke dalam 500 kampus terbaik di dunia.

Langkah tersebut, kata Yuliandri sangat mungkin bisa diwujudkan karena saat ini Unand telah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Hal tersebut disampaikannya saat mewisuda sebanyak 1.121 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan Diploma, Sarjana, Profesi, Magister hingga Doktor, Sabtu (28/5/2022).

Bacaan Lainnya

“Kami juga mengharapkan pada momentum wisuda kali ini, kami juga bisa transformasikan kepada masyarakat melalui wisudawan, bahwa perkembangan Unand dan juga kemajuan atau prestasi yang dihasilkan selama ini juga ada andil wisudawan,” katanya.

Saat ini, kata Yuliandri, Setiap Perguruan Tinggi saat ini diberikan target pencapaian Indikator Kerja Utama (IKU), termasuk keberhasilan wisudawan atau lulusan yang ditelurkan.

Selain ingin masuk ke dalam 500 teratas kampus terbaik di dunia, Unand juga memberikan penghargaan kepada para wisudawan yang berhasil meraih prestasi akademik atau non-akademik semasa menjalani jenjang kuliah.

“Terutama ketika ada lomba atau kompetisi yang dilakukan berbasik nasional atau internasional. Itu jelas memberikan kontribusi terhadap capaian IKU, kami apresiasi itu selama mereka studi,” ucapnya.

Kontribusi Orang Tua

Di lain sisi, Yuliandri juga menyebut kontribusi orang tua sangat besar hingga bisa membawa anak-anaknya menjadi seorang yang memiliki gelar akademik.

“Kontribusi orang tua sangat sangat besar sekali, maka penghargaan penghormatan dan ungkapan terima kasih kepada orang tua itu wajib dilakukan,” katanya.

Menurut pria dengan latar belakang ilmu hukum tersebut, tantangan yang akan dihadapi lulusan akan berat. Sehingga, para lulusa perlu kembali menyadari bahwa yang diberikan selama jenjang kuliah, itu hanya modal dasar.

“Maka kami harapkan modal yang mereka miliki itu digunakan baik untuk pengembangan keilmuan ataupun berkontribusi kepada masyarakat,” katanya.

Pos terkait