Wakil Bupati Solok Dilaporkan, DPD Gerindra: Itu Masalah Pribadi

HALONUSA.COM – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Barat, Evi Yandri menyatakan bahwa pelaporan terhadap Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu tidak ada hubungannya dengan partai berlambang burung garuda itu.

Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada hubungan dengan Partai Gerindra. Hingga saat ini, DPD Gerindra Sumbar tidak tau soal ‘Mahar Politik’ seperti yang di tudingkan oleh pelapor.

Bacaan Lainnya

“Laporan polisi yang berkaitan dengan saudara Jon Pandu sebagai Wakil Bupati Solok yang juga Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok, tidak ada kaitannya dengan Partai Gerindra. Apa yang di tuduhkan itu, tidak benar sama sekali, partai Geeindra tidak pernah meminta ‘Mahar Politik’,” katanya.

Ia mengatakan bahwa DPD Gerindra Sumbar tidak mengetahui sama sekali adanya bakal calon yang berkontribusi. Hal ini, murni urusan pelapor dengan saudara Jon Firman Pandu.

“Jadi, jangan di kait-kaitkan dengan Partai Gerindra, silahkan di cek di rekening, atau buktikan tidak ada uang masuk ke Kas Partai. Sekali ini, ini murni persoalan pribadi saudara Jon Firman Pandu” lanjutnya.

DPD Gerindra Sumbar memerintahkan kepada Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, agar segera menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita minta kepada Saudara Jon Firman Pandu, untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai, persoalan ini dapat menciderai keprcayaan masyarakat terhadap partai Gerindra. Jika ini memang terbukti, kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas,” tutupnya.

Sebelumnya,

Wakil Bupati Solok dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat atas dugaan tindak pidana penipuan.

Pelaporan tersebut dilakukan pada 5 Mei 2022 lalu oleh terlapor atas nama Iriadi Datuak Tumangguang.

Saat dihubungi Halonusa.com, Kamis (19/05/2022), Iriadi menjelaskan, hal tersebut berawal saat ia ingin maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2019.

“Saat ingin maju di Pilkada 2019-2024 di Kabupaten Solok, saya menghubungi Jon Firman Pandu dengan maksud ingin meminang partai untuk maju menjadi calon Bupati Solok,” katanya.

Ketika itu, ia memberikan uang muka kepada Jon Firman Pandu dengan jumlah yang sebelumnya sudah disepakati.

“Saya menyerahkan uang senilai Rp850 juta secara bertahap kepada Jon Firman Pandu,” katanya.

Ia mengantarkan uang mahar tersebut ke rumah kediaman Jon Firman Pandu di Kompleks Perumahan Batu Gadang di Kota Solok.

“Uang yang sudah disepakati langsung saya antar sendiri bersama sopir dan saudara saya sebesar Rp700 juta sebagai panjar,” katanya.

Menurutnya, uang tersebut diserahkan diterima langsung kepada istri dan mertua Jon Firman Pandu, karena ketika dikonfirmasi saat itu Jon Firman Pandu sedang berada di luar daerah (Jakarta).

“Pada waktu itu, dari pihak saya yang menyerahkan uang, ditandatangani oleh Alam dan Dt Labuah, sementara dari pihak Jon Firman Pandu sebagai penerima uang ditandatangani oleh mertua laki-laki bersama dengan istri Jon Firman Pandu,” lanjutnya.

Kemudian tidak berselang dalam waktu yang lama, Iriadi Dt Tumanggung kembali menambahkan uang sebesar Rp150 juta via rekening.

“Beberapa bulan kemudian, saya meminta uang yang sudah diberikan kepada Jon Firman Pandu, karena dirinya tidak jadi mendapatkan dukungan dari partai. Namun, Jon Firman Pandu hanya menjanjikan akan membayarnya kembali,” katanya.

Menurutnya, ia sudah berupaya meminta secara baik-baik dan kekeluargaan. Namun, sampai saat ini uang tersebut belum dikembalikan.

“Dan saat diminta uang itu untuk dikembalikan, dia hanya janji-janji bahkan mengatakan bahwa dirinya tidak punya uang. Yang ada hanya tanah di Sukarami,”  lanjutnya.

Pos terkait