Guru di Mentawai ‘Ogah’ Ikuti Swab, Dianggap Akal-Akalan

SWAB Gratis-Mentawai-Kita-guru-halonusa.com-54321
TES SWAB GRATIS | Pemerintah Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat memberlakukan tes swab gratis untuk guru dan tenaga pendidik lainnya sebelum proses belajar mengajar tatap muka di mulai. Mentawaikita/Halonusa.

HALONUSA.COM – Sebagai syarat agar bisa menggelar proses belajar mengajar tatap muka, sebagian guru atau tenanga pendidik di Kepulauan Mentawai ogah mengikuti dan atau melaksanakan swab gratis yang disedikan pemerintah kabupaten setempat.

Kepala Puskesmas Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, Marojahan Sitorus mengatakan, jadwal swab bagi guru dilakukan Selasa dan Sabtu.

“Masih rendah angka partisipasi dan kesadaran para guru untuk ikut tes swab,” kata Marojahan Sitorus.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Satnarkoba Polres Mentawai Menangkap Pemuda asal Kalimantan Timur di Siberut Selatan

Ini terbukti di lapangan dimana masih ada sebagian dari para guru dan staf pendidik tidak mengikuti swab tes gratis di Puskesmas.

Sementara Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet telah menerbitkan Surat Edaran Nomor :420/1/BUP-2021 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada satuan pendidikan semester genap TA 2020/2021 di Mentawai tertanggal 2 Januari 2021.

Baca juga: Berikut Penjelasan Siswa di Mentawai Disuruh Pulang Saat Belajar Tatap Muka

Surat edaran itu sebagai persyaratan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (pbm).

Salah seorang guru sekolah negeri di Siberut Utara mengatakan, dirinya enggan mengikuti swab karena guru di sekolah ia mengajar belum lengkap sejak semester genap.

Narasumber enggan dituliskan namanya itu pun melanjutkan, kalau sebagian masih di Kota Padang.

Ia berdalih untuk menunggu para guru lainnya, agar mengikuti swab serentak sesuai surat edaran bupati, menukil dari mentawaikita.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga : Belajar Tatap Muka, Siswa Sekolah di Kepulauan Mentawai Disuruh Pulang

Selain itu menurutnya, dari sebagian guru atau tenaga pendidik menganggap covid-19 merupakan akal-akalan dan tidak ada.

“Lantas ada di antara kami pun tidak yakin dengan adanya covid-19, sehingga ogah mengikuti aturan. Saya berharap jangan yang patuh saja ikut aturan bila yang lain masih santai saja,” pungkasnya. (tim)

Pos terkait