Irigasi Rusak Bikin Sawah Terlantar, Dinas PSDA Pessel Ngaku Tak Tahu

  • Whatsapp
Irigasi di Batang Surantih di wilayah Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.
Irigasi di Batang Surantih di wilayah Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan.

HALONUSA.COM – Daerah Irigasi (DI) Batang Surantih di wilayah Koto Panjang, Nagari Koto Nan Tigo, Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sudah satu tahun tidak berfungsi.

Irigasi yang rusak dimakan usia tersebut dibangun sejak zaman penjajah Belanda.

Bacaan Lainnya

Padahal keberadaan irigasi ini sangat dibutuhkan untuk mengaliri ribuan hektare sawah milik warga.

Akibatnya, ribuan hektare sawah milik warga terpaksa terlantar.

Baca juga: Ratusan Warga Dievakuasi ke Musala, Akibat Banjir Rahul Tapan Pesisir Selatan

Irigasi yang rusak itu, mengancam perekonomian warga di sektor pertanian di lima nagari, yakni Nagari Koto Panjang, Nagari Aur Duri Surantih, Nagari Pasa Nan Tigo, Rawang Gunuang Malelo dan Nagari Surantih.

Para pemilik sawah di wilayah tersebut kini mengeluhkan kerusakan saluran irigasi yang dibangun sejak zaman Belanda.

Seorang pemilik sawah, Isul (41) mengeluhkan, badan saluran irigasi itu rusak berat sejak satu tahun lalu.

Sampai sekarang, kata dia, belum pernah mendapat perbaikan yang serius dari pemerintah.

Baca juga: Pemkab Pesisir Selatan Dorong Produktivitas Petani dengan Pola Tanam Serentak

Padahal, kata Isul, saluran irigasi ini merupakan satu-satunya sumber pengairan untuk pemenuhan kebutuhan lahan pesawahan di lima nagari di wilayah tersebut.

“Sudah satu tahun rusak, tapi masih saja belum diperbaiki oleh pemerintah. Kami sangat membutuhkan saluran ini, maka kami bersama para pemilik sawah yang lain, terpaksa harus bekerja bakti untuk melakukan perbaikan,” ujarnya, Jumat (28/5/2021).

Pos terkait