Teori Relativitas Bukan Hal Baru bagi Islam, Al-Kindi Penemu Pertama Sebelum Einstein

  • Whatsapp
teori relativitas-halonusa-nasa-
Lubang hitam diibaratkan seperti 'monster' yang melahap segala sesuatu yang ada di semesta dan tak ada yang bisa lepas dari tarikan gravitasinya. (Foto: NASA/CXC/M.Weiss)

HALONUSA.COM – Sebagian orang mungkin mengira bila teori relativitas telah ada semasa Einstein. Sementara menurut catatan Sejarah Islam terbitan Camel Books, abad ke-8 telah ada teori tersebut dipelopori filsuf asal Yaman, yakni Abu Yusuf Ibn Al-Kindi.

Ia telah menemukan teori tersebut saat sedang di Kufah, 796 masehi yang kemudian dikembangkan oleh Einstein.

Baca juga: Memahami perbedaan Kristen dan Nasrani, Berikut Penjelasannya

Filsuf Al-Kindi mengemukakan kalau ruang, waktu, gerakan dan benda bersifat relatif satu sama lainnya dan ia pun tidak bisa absolut atau berlaku sendiri, tulisnya dalam buku Sejarah Islam yang diterbikan Camel Books.

Teori filsuf itu sendiri kemudian memiliki kesamaan atas gagasan Einstein atau kita mengenalnya dengan teori relativitas.

Hanya saja teori Al-Kindi lebih didalami oleh Einstein secara ilmiah dan melakukan tahapan pengujian. Al-Kindi kalah pamor karena ia sangat minim terpublikasi kala itu akan teori dan keilmuan yang ia kembangkan atau terkait temuannya.

Baca juga: Ribuan Guru Mendidik Siswa untuk Pesantren Ramadan

Teori Relativitas itu telah lama hadir dan bukan lagi hal baru bagi Islam. Nyatanya dalam kitab suci Alquran sendiri terdapat kalimat menuliskan, “Sesungguhnya sehari di sisi Allah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu,” QS. al-Hajj ayat 47.

Selain itu dalam ayat Alquran terdapat hal mengisyaratkan relatifnya ruang waktu. Salah satunya seperti ‘Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadar (lama)nya adalah seribu tahun perhitunganmu’ QS. as-Sajdah ayat 5.

Pos terkait